Sudah siap mengerem? Ingat, yang kencang belum tentu hebat. Yang selaras, baru namanya top.

Ubah gerakan yang cepat dan bertenaga menjadi gerakan yang sangat lambat dan dangkal. Ini memberikan waktu bagi sarafnya untuk beristirahat tanpa kehilangan koneksi fisik.

Dalam hiruk-pikuk budaya digital Indonesia, satu kalimat pendek sering kali menggema di linimasa Twitter, kolom komentar YouTube, hingga obrolan grup WhatsApp: